eccsmk2bpp

SMKN 2 Balikpapan menuju ISO

In Uncategorized on July 7, 2008 at 2:02 am

SMKN 2 Pelajari ISO di SMKN 1

BALIKPAPAN–Keberhasilan SMKN 1 meraih sertifikat ISO 9001/2000 menimbulkan BALIKPAPAN–Keberhasilan SMKN 1 meraih sertifikat ISO 9001/2000 menimbulkan kecemburuan bagi sekolah lagi. Kecemburuan itu tentunya dalam arti yang positif, yakni ingin mempelajari ISO di SMKN 1 dengan harapan bisa menerapkannya di sekolah masing-masing. Semisal yang dilakukan pihak SMKN 2 Balikpapan yang kemarin melakukan studi banding ke SMKN 1 Balikpapan. Kepala SMKN 2, Drs B Mardjono MPd selaku pemimpin rombongan didampingi sembilan guru SMKN 2, diterima oleh Kepala SMKN 1 Balikpapan, Drs Eddy Yusuf MPd, serta Quality Manajemen Representatif (QMR) Drs Yuwono Winardi dan Wakilnya, Drs Syaiful. Kesembilan guru SMKN 2 Balikpapan yang ikut studi banding diantaranya, Drs Sulistiadi MM, Hj Nuraini, Ninik J, Nikson, Bokhari, Mansyur SPd, Katarina Naibaho, Drs Syafrudin Thalib, dan Titi Purwati. Memang standar mutu manajemen ISO 9001/2000 tujuan kita untuk bisa diterapkan di SMKN 2, makanya Senin (17/1) lalu kami sudah melakukan sosialisasi program SMM ISO ini dengan mengundang QMR SMKN 1, yang diikuti seluruh guru juga tata usaha agar mengetahui, apa itu SMM ISO 9001/2000, ujar Mardjono. Kepala SMKN 2 ini melanjutkan, hasil studi banding merupakan mimpi yang nantinya diharapkan bisa menjadi kenyataan, karena saat ini sekolahnya sudah termasuk dalam sekolah berstandar nasional. Dengan program SMM ISO ini, kami bisa tidak hanya memimpikannya tetapi kalau didukung oleh seluruh komponen guru dan tata usaha yang ada, bukan tidak mungkin impian SMKN 2 menjadi sekolah berstandar internasional jadi kenyataan, harap Mardjono kembali. Kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh wakil QMR SMKN 1, Drs Syaiful memang memberikan gambaran makro tentang sertifikasi ISO 9001/2000 kepada seluruh guru. Makanya kelanjutan dari program tadi, kami melakukan studi banding, untuk melihat dari dekat pelaksanaan dan hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan untuk standar mutu tersebut. Dari penjelasan tadi seperti ketenagakerjaan, kurikulum, dunia usaha dan industri, mempunyai gambaran persiapan apa yang dilakukan, jelasnya. Masih menutur dia, untuk sisi pendanaan setiap sekolah yang akan melakukan program sertifikasi ini bisa mendapat bantuan dari Direktorat Dikmenjur, serta bantuan Komite Sekolah. Karena memang berbeda, antara melaksanakan SMM ISO dengan memperoleh sertifikat ISO itu sendiri, harus dipersiapkan dengan lebih matang dan dukungan SDM yang terkoordinasi bersama, jelasnya. Sementara itu menurut Wiyono, setelah tahapan studi banding ini, pihaknya juga akan melakukan tes terhadap para guru yang ada untuk nantinya menjadi anggota dari sistem manajemen mutu di SMKN 2 jika sudah dilaunching nanti.(han)